STUDI KASUS: ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM

  • Derma Wani Damanik Akper Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar
  • Julwansa Saragih Akper Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar
  • Riris Artha Dhita Purba Akper Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar
Keywords: Nursing care, patients, neonatorum asphyxia

Abstract

Background: Neonatal asphyxia is a condition in which the baby cannot breathe spontaneously and regularly after birth, caused by fetal hypoxia in the uterus. Objective: This study aims to determine nursing care in patients with asphyxia neonatorum. Methods: this study used                 a descriptive method with an approach through the management of nursing care of By R aged 0 days. Results: this study was conducted at the Army Hospital TK IV 010701 Pematangsiantar in April 2021. Data collection was carried out through interviews with patients' families and nurses. Based on the assessment, the data obtained from the baby with a frequency of 68x/minute, apgar score 5/6, irregular breathing rhythm, chest retractions, using respiratory accessory muscles, yellowish eyes and skin, dark yellow urine, pale stools, body temperature 37.5 C, elevated bilirubin and leukocyte values. After nursing actions for 4 days all problems were resolved. Conclusion: Implementation is carried out according to the plan prepared so that the three nursing problems can be resolved.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astar, F., Tamsah, H., & Kadir, I. (2018). Pengaruh Pelayanan Asuhan Keperawatan terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Takalala Kabupaten Soppeng. YUME: Journal of Management, 1(2).
Farahdiba, I., & Rahmat, B. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa Tahun 2017. Jurnal Kesehata Delima Pelamonia, 1(2), 185–192.
Fida., & Maya. (2014) Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. D-Medika: Yogyakarta.
Gebregziabher, G. T., Hadgu, F. B., & Abebe, H. T. (2020). Prevalence and associated factors of perinatal asphyxia in neonates admitted to ayder comprehensive specialized hospital, Northern Ethiopia: a cross-sectional study. International Journal of Pediatrics.
Kemenkes. (2019). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 214. Diakses pada https://yankes.kemkes.go.id.
Lumatauw, S., Kumaat, L. T., & Karundeng, M. (2014). Hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan penanganan asfiksia berat pada bayi baru lahir Di Ruang Nicu Rsup Prof Dr RD Kandou Manado. Jurnal Keperawatan. 2(2).
Mulyati, M., Iswati, N., & Wirastri, U. (2019). Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Neonatus dengan Hiperbilirubinemia di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Proceeding of The URECOL, 203–212.
Notoatmodjo, H., & Rakhmawatie, M. D. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 1(2).
Nursalam, D. (2014). Manajemen Keperawatan" Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Salemba Medika.
PPNI, Tim Pokja SDKI D P P. (2017). Standar diagnosis keperawatan indonesia.
PPNI, Tim Pokja SIKI D P P. (2018). Standar intervensi keperawatan indonesia.
Pratama, R. T. B. (n.d.). (2018). Asuhan keperawatan pada By. M dan By. L pasca asfiksia neonatorum dengan masalah keperawatan Ketidakefektifan pola nafas di Ruang perinatologi RSUD Dr. Haryoto Lumajang Tahun 2018.
Profil Kesehatan, (2018) Provinsi Sumatera Utara 2018. Dibuka pada website http: kemenkes.go.id. Dibuka pada 1 Maret 2021.
Puspita, N. (2018). The Effect of Low Birthweight on the Incidence of Neonatal Jaundice in Sidoarjo. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 174. https://doi.org/10.20473/jbe.v6i22018.174-181.
Putri, N. N. B. K. A. (2019). Analisis faktor penyebab kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 6(2), 251–262.
Rahmawati, R. (2019). Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (Studi di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2019). Universitas Siliwangi.
Sa’danoer, I. M. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Pariaman. Jurnal Bidan Komunitas, 3(3), 93–98.
Saptanto, A., & Anggraheny, H. D. (2014). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Bayi Asfiksi. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 3(1).
Shiferaw, W. S., Akalu, T. Y., Wubetu, A. D., & Aynalem, Y. A. (2020). Implementation of Nursing Process and Its Association with Working Environment and Knowledge in Ethiopia: A Systematic Review and Meta-Analysis. Nursing Research and Practice, 2020.
Tampubolon, I. K. (2019). Angka kejadian asfiksia pada bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik.
Utami, R. P. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum daerah H. Abdul Manan Simatupang Kabupaten Asahan tahun 2017.
Yanti, J. S. (2017). Hubungan hipertensi kehamilan dengan asfiksia neonatorum di RSUD Arifin Achmad. Menara Ilmu, 11(76).
Yulia Sari, D. (2020). Asuhan Keperawatan pasien dengan gangguan kebutuhan oksigenasi pada kasus pneumoni terhadap By R DI Ruang Neonatus RSUD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara. Poltekkes Tanjungkarang.
Published
2021-09-27
How to Cite
Damanik, D. W., Julwansa Saragih, & Riris Artha Dhita Purba. (2021). STUDI KASUS: ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 7(2), 116-123. https://doi.org/10.2411/jikeperawatan.v7i2.633