PENGARUH PEMBERIAN BIBLIOTHERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT IMELDA MEDAN

  • Jane Elnovreny Dosen Universitas Potensi Utama
  • Ainil Fithri Dosen Prodi Farmasi STIKes Imelda Medan
Keywords: Bibliotheraphy, Hospitalisasi, Anak usia sekolah, Tingkat kecemasan.

Abstract

Kecemasan akibat hospitalisasi adalah gejalakecemasan atau ketakutan yang ditimbulkan dari pengalaman yang mengancam karena stressor yang dihadapi sehingga dapat menimbulkan perasaan tidak aman. Bibliotheraphy adalah penatalaksanaan kesehatan mental dengan menggunakan buku untuk membantu meningkatkan koping anak terhadap perubahan, masalah emosional dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bibliotheraphy terhadap tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun. Penelitian dilakukan pada April 2017. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik, dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 6-12 tahun di rumah sakit Imelda dan sampel sebanyak 30 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil analisis didapat bahwa anak dengan intervensi bibliotheraphymayoritas memiliki kecemasan berat yakni 6 orang (40%) sedangkan kelompok kontrol tanpa intervensi bibliotheraphy terdapat mayoritas memiliki kecemasan sedangdan berat sebanyak 3 orang (20%) dan rata-rata tingkat kecemasan anak yang mendapat intervensi bibliotheraphy adalah 40 sedangkan nilai rata-rata kecemasan kelompok kontrol adalah 60. Uji statistik chi-squaredidapat hasil p=325 untuk anak dengan intervensi bibliotheraphy yang berarti p>0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara umur, jenis kelamin, lama, rawat dan pengalaman rawat terhadap nilai kecemasan. Dan bibliotheraphy dapat menurunkan tingkat kecemasan anak yang menjalani hospitalisasi. Disarankan bagi profesi keperawatan untuk mampu melanjutkan dan lebih meningkatkan bibliotheraphy sebagai pusat pendekatan perawatan khususnya bagi anak.

Published
2019-09-28