EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE II DI INSTALASI RAWAT INAP RSU KARYA BAKTI UJUNG BANDAR RANTAUPRAPAT

  • Hartika Samgryce Siagian Staf Pengajar Prodi S1 Farmasi STIKes Imelda Medan
  • Casmada Harahap Universitas Imelda Medan
Keywords: Diabetes Melitus Tipe-2, Antibiotik, Kerasionalan

Abstract

Diabetes Melitus Tipe-2 adalah penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang mlenbihi normal atau hiperglikemia akibat tubuh kekurangan insulin. Diabetes melitus adalah kondisi seumur hidup yang merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia,dalam pengobatan penyakit diabetes melitus tipe-2 dibutuhkan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang rasional sangat diperlukan untuk mengurangi terjadinya resistensi, tingkat keparahan penyakit,biaya pengobatan dan lama waktu perawatan bagi penderita penyakit diabetes melitus tipe -2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kepatuhan pasien pada penderita diabetes melitus tipe-2 terhadap penggunaan antibiotik di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Karya Bakti Ujung Bandar Rantauprapat Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari instalasi rekam medik pasien diabetes melitus di instalasi rawat inap Rumah Sakit Karya Bakti Ujung Bandar Rantauprapat Tahun 2019. Hasil penelitian terhadap distribusi kerasionalan berdasarkan tepat pasien sebanyak 50 pasien (100%). Tepat indikasi sebanyak 50 pasien (100%). Tepat obat sebanyak 70 resep (100%) dan tepat dosis sebanyak 100%

References

ADA. (2010). Diagnosis And Clasification Of Diabetes Care, 1 Januari 2014 Vol:27.

BPOM, R. (2015). http: //pionas.pom.go.id/ioni/ Jakarta : Kementrian Kesehatan RI.

Departemen Kesehatan Repiblik Indonesia. 2004. Kepmenkes No. 1197/MENKES/SK/X/2004 Tentang Standar Pelayanan Farmasi Di Rumah Sakit Jakarta: Depkes RI.

Departemen Kesehatan Repiblik Indonesia. 2005. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Melitus. Jakarta: Depkes RI.

Departemen Kesehatan Repiblik Indonesia. 2008. Permenkes No. 269/MENKES/PER/2008 Tentang Rekam Medis . Jakarta: Depkes RI.

Departemen Kesehatan RI (2005). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Militus. Jakarta: Direktorat bina Farmasi Komunitas dan Klinik.

Departemen Kesehatan RI (2011). Peraturan Kementrian Kesehatan Mengenai Penggunaan Antibiotika. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Fatimah, R.N. (2015). Diabetes Militus Tipe 2. J Majority, Vol 4 .

Gilman, G.A. (2012). Dasar Farmakologi Terapi, Ed 10. Jakarta EGC.

Kartika, R .(2017) . Pengelolaan Diabetes Melitus Countinuing Medical Education

Kementrian Kesehatan RI. Modul Penggunaan Obat Rasional. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan, RI (2011). Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotik. Jakarta : Kementrian Kesehatan.

Kementrian Kesehatan, RI (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI .

Kementrian Kesehatan, RI. (2011). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta; Kemenkes RI.

Marentek E. Resistensi Insulin Pada Diabetes Tipe-2 Cermin Dunia Kedokteran 2006:150.

NIDDK, N, I. (2014). Cause of diabetes. New York: NIH publication.

Perkeni, (2011) KONSESNSUS: Pengolaan dan Pencegahan Diabetes Militus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI.

Perkeni,P.E. (2015) Pengelolaan Dan pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di indonesia 2015. Jakarta : Pb.Perkeni .

Perkeni. (2011) Konsensus dan Pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkeni.

Riskesdas. (2007). Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Badan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Utami Rahayu E. 2011 . Antibiotika,Resistensi ,dan Rasionalitas Terapi .Malang.

WHO. (2014). World Health Organization, 2014,Antimicrobial Resistence.http:// www.who.int/mediacentre/factssheets/fs194/en/.American.

Published
2021-03-31