Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Gangguan Jiwa

Penulis

  • Sri Wulan Lindasari Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang
  • Reni Nuryani Universitas Pendidikan Indonesia
  • Hikmat Pramajati Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang
  • Imam Tri Sutrisno Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang

DOI:

https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v12i2.2090

Kata Kunci:

Pengetahuan, Pendidikan, Sikap, Budaya, Stigma Masyarakat

Abstrak

Angka penderita gangguan mental di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini diperparah dengan adanya stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa di kalangan masyarakat. Stigma negatif yang melekat pada penderita gangguan jiwa itu dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti pendidikan, pengetahuan, sikap dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stigma masyarakat Terhadap Penderita Gangguan Jiwa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Sumedang. Teknik pengambilan sample menggunakan simple random sampling dengan jumlah 385 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah quesioner Mental Heatlh Knowledge Schedule (MHKS) untuk mengukur pengetahuan, Community Attitudes Toward Mental Illness (CAMI) untuk mengukur sikap, Multicultural Mental Health Awareness Scale (MMHAS) untuk mengukur budaya dan Perception Discrimination Devaluation Scale (PDDS) untuk mengukur stigma. Hasil penelitian didapatkan 59,74% tingkat pendidikan rendah, 51,43% tingkat pengetahuan kurang baik, 52,97% mempunyai sikap negatif, 53,51% budaya tidak mendukung dan 62,86% mempunyai stigma yang tinggi. Terdapat hubungan antara tingkat Pendidikan dengan stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa dengan nilai P Value < 0,05. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa dengan nilai P Value 0,02. Terdapat hubungan antara sikap dengan stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa dengan nilai P Value 0,03. Terdapat hubungan antara budaya dengan stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa dengan nilai P Value  0,02. Penelitian ini disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap penderita gangguan jiwa.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-10-19

Cara Mengutip

Lindasari, S. W., Nuryani, R., Pramajati, H. ., & Sutrisno , I. T. . (2026). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Gangguan Jiwa. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 12(2), 268–278. https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v12i2.2090