PENENTUAN POSISI TOP, BOTTOM, DAN VERSATILE PADA HOMOSEKSUAL DENGAN HIV/AIDS: STUDI KUALITATIF
DOI:
https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v12i2.2149Kata Kunci:
Bottom, HIV/AIDS, Homoseksual, Penentuan Posisi, Top, VersatileAbstrak
Kebijakan Kementerian Kesehatan untuk membantu mengurangi angka HIV/AIDS dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi angka penularan semakin meningkat setiap tahunnya. Homoseksual merupakan faktor resiko penularan HIV tertinggi di Indonesia. Penentuan posisi “bottom” meningkatkan penularan HIV yang lebih tinggi, akibat mudah robeknya anus karena penurunan elastisitas, lebih permeabel terhadap virus HIV, hanya memiliki satu lapisan epitel sehingga dapat membuat lecet (yaitu yang disebabkan oleh gesekan mekanis selama hubungan seks anal) dan lebih mungkin untuk terjadi kerusakan integritas pelindung dari skincells. Studi kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana membangun identitas dan menegosiasikan penetuan posisi “top”, “bottom”, atau “versatile” saat berhubungan seksual pada homoseksual dengan HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode In Depth Interview. Partisipan dalam penelitian ini adalah 6 partisipan dengan menggunakan Teknik purposive sampling terdiri dari 2 partisipan posisi “top”, 2 partisipan posisi “bottom”, dan 2 partisipan posisi “versatile”. Penelitian ini mengungkapkan lima tema utama yaitu (1) riwayat masa lalu akibat pelecehan sesksual, ketertarikan pada sesama jenis saat masih anak-anak, ataupun tidak mendapatkan sosok ayah pada hidupnya; (2) masculine dan feminine yang tidak terkait jenis kelamin, namun lebih pada penentuan posisi tersebut; (3) kepuasan dalam penentuan posisi tidak hanya pada fisik seperti ukuran penis, berotot, dan wajah, namun terletak pada faktor emosional dan psikologis. Partisipan mengadopsi heteronormatif gender, dimana mereka berasumsi bahwa ini merupakan orientasi seksual yang normal, dan hubungan romantis serta seksual ideal seperti yang terjadi antara pria dan wanita; (4) keuntungan, mereka mendapatkan keuntungan bagi posisi satu sama lainnya; dan (5) faktor sosial, faktor sosial berupa pengaruh teman sebaya, norma dan tekanan dalam kelompok pergaulan yang mendukung atau memaksa keterlibatan mereka dalam menentukan posisi apakah dirinya sebagai “top”, “bottom”, atau “versatile”.
Unduhan
Referensi
Azhari, R., & Kencana, P. (2008). Membongkar rahasia jaringan cinta terlarang kaum homoseksual. Hujjah Press. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=OgRTPgAACAAJ
Bappenas. (2020). Menuju 2030 Peta Jalan SDGs Indonesia.
Barat, S., & Sulrieni, I. N. (2018). Model Determinan Perilaku “ Lelaki Seks Lelaki ” Di Kota, 7(3), 305–313.
Batbual, TV., & Togubu, DM. (2025). Perilaku Laki Suka Laki (LSL) Yang Berpotensi HIV/AIDS Pada Aplikasi Michat Di Zona Tamalanrea Kota Makassar. Medic Nutricia : Journal Ilmu Kesehatan, 21(3), 291-300.
Closson, K., Smith, R. V., Olarewaju, G., & Crosby, R. (2018). Associations between economic dependence , sexual behaviours , and sexually transmitted infections among young , Black , gay , bisexual and other men who have sex with men living with and without HIV in Jackson , Mississippi , USA. Sexual Health, (1). https://doi.org/https://doi.org/10.1071/SH17218
David A. Moskowitz, Andrés Alvarado Avila, Ashley Kraus, Jeremy Birnholtz & Kathryn Macapagal. (2021). Top, Bottom, and Versatile Orientations among Adolescent Sexual Minority Men, The Journal of Sex Research, DOI: 10.1080/00224499.2021.1954583
David A. Moskowitz , Gerulf Rieger & Michael E. Roloff. (2008). Tops, bottoms and versatiles, Sexual and Relationship Therapy, 23:3, 191-202, DOI: 10.1080/14681990802027259
Fauk NK, Merry MS, Sigilipoe MA, Putra S, Mwanri L. (2017). Culture, social networks and HIV vulnerability among men who have sex with men in Indonesia. PLoS ONE; 12(6):1-14. 6.
Fauk NK, Merry MS, Siri TA, Mwanri L, Ward PR. (2021). Structural, Personal and Socioenvironmental Determinants of HIV Transmission among Transgender Women in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health ;18:1-12
Fauk NK, Kustanti CY, Liana DS, Indriyawati N, Crutzen R, Mwanri L. (2018). Perceptions of Determinants of Condom Use Behaviors Among Male Clients of Female Sex Workers in Indonesia: A Qualitative Inquiry. Am J Mens Health. Special Section:1–10. 8.
Fauk NK, Kustanti CY, Wulandari R, Damayani AD, Mwanri L. (2018). Societal determinants of HIV vulnerability among clients of female commercial sex workers in Indonesia. PLoS ONE. 13(11):e0207647.
Fauk NK, Mwanri L. (2015). Inequalities in addressing the HIV epidemic: the story of the Indonesian Ojek community. International Journal of Human Rights in Healthcare; 8(3):144-159. 12.
Fauk NK, Crutzen R, Merry MS, Putra S, Sigilipoe MA, Mwanri L. (2017). Exploring determinants of unprotected sexual behaviours favouring HIV transmission among men who have sex with men in Yogyakarta, Indonesia. Global Journal of Health Science. 9(8):47-56. 10.
Febriyanti, SNU., Darmayanti, NWD. (2017). Persepsi Orang Tua Tentang Kekerasan Seksual Pada Anak Di Karanganyar Rt 03/Rw 01 Kelurahan Banyumanik Kota Semarang.
Henderson, N. J. (2017). ‘Top, bottom, versatile’: narratives of sexual practices in gay relationships in the Cape Metropole, South Africa. Culture, Health & Sexuality, 20(11), 1145–1156. https://doi.org/10.1080/13691058.2017.1347715
Husna, N., Ruaidah, R., & Zulhendri, Z. (2023). Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Psikososial Remaja. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(2), 146–152. https://doi.org/10.31004/jpion.v2i2.120
Inriyana, R., & Nugraha, F. (2024). Hubungan Self Stigma dengan Kepatuhan Obat Antiretroviral pada Pasien Baru Terdiagnosis HIV. Jurnal Farmasetis, 13(4), 153-162.
Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS). 2023.
Kemenkes. (2022). Laporan Eksekutif Perkembangan Hiv Aids Dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (Pims) Triwulan III Tahun 2022.
Latif, I., Fitriyani, D., & Dartiwen, D. (2018). Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku seksual lelaki seks dengan lelaki (LSL) pada remaja di kabupaten indramayu. Jurnal Kesehatan Indra Husada, 6(2), 1-1.
Maharani, R., Priwahyuni, Y., & Ananta, A. P. (2023). Determinan perilaku lelaki seks lelaki (LSL) di kota Pekanbaru. Ensiklopedia of Journal, 5(2), 126-133.
Mardiyah, I. (2017). Peran ayah dalam menanamkan sikap self acceptance dalam rangka mencegah perilaku homoseksual pada anak. Pontianak: Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.
Moskowitz, D. A., & Roloff, M. E. (2017). Recognition and construction of top, bottom, and versatile orientations in gay/bisexual men. Archives of Sexual Behavior, 46(1), 273–285. https://doi.org/10.1007/s10508-016-0810-7
Mwanri L, Fauk NK, Kustanti CY, Ambarwati A, Merry MS. (2018). HIV susceptibility among clients of female sex workers in Indonesia: a qualitative inquiry. Sexual Health.15:246–253.
Pangestu, CEK., Putri, KA, Chairunnisa, VR. (2023). Sharing Session Ayah Anak; Solusi Mencegah Homoseksualitas Pada Remaja Laki-Laki. Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 2 (Juli 26, 2023): 67–89. http://ejournal.stdiis.ac.id/index.php/al-usariyah/article/view/411.
Pereira, H. (2021). Top, Versatile, and Bottom Identities and Sexual Behaviors in Self-Identified Bisexual MSM. Journal of Bisexuality, 21(1), 57–70. https://doi.org/10.1080/15299716.2021.1886218
PMKK FK UGM. (2015). Kajian Dokumen: Kebijakan HIV-AIDS dan Sistem Kesehatan di Indonesia. Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53). Yogyakarta: Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Ravenhill, J. P., & de Visser, R. O. (2017). “It Takes a Man to Put Me on the Bottom”: Gay Men’s Experiences of Masculinity and Anal Intercourse. The Journal of Sex Research, 55(8), 1033–1047. https://doi.org/10.1080/00224499.2017.1403547
Rokhmah, D. (2017). Strategi Pencegahan LGBT pada Anak. Retrieved from yogyakarta: Gosyen Publishing
Syafrie, I. R., Tepi, D., Pratiwi, M. R., Pastike, K. D., & Angelina, N. (2022). Deteksi Dini Tanda Bahaya Dengan Pemeriksaan HIV/AIDS. JURNAL BESEMAH, 1(2), 63–68. https://doi.org/10.58222/jurnalbesemah.v1i2.105.
Tebit, D. M., Ndembi, N., Weinberg, A., & Mateu, M. E. Q. (2012). Mucosal Transmission of Human Immunodeficiency Virus Denis. NIH Public Access,10(1), 3–8.
Umar, F., Nirwan, MS., Safitri, D. (2024). The Role of Social Factors in the Incidence of HIV/AIDS in the Men Who Have Sex with Men (MSM) Community at the Banuta Pura Support Foundation, Palu City. DOI:10.56338/jks.v7i8.5985.
UNAIDS. (2023). Global HIV & AIDS statistics — Fact sheet. Available at: https://www.unaids.org/en/resources/fact-sheet.
UNAIDS. (2023). HIVandAIDS–BasicFacts. Available: https://www.unaids.org/en/frequently-asked-questions-about-hiv-and-aids.
WHO. (2015). A Technical Brief: HIV and Young Men Who Have Sex With Men. Technical Brief. Retrieved from http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/179867/1/WHO_HIV_2015.8_eng.pdf?ua=1
Yeo, T. E. D., & Fung, T. H. (2016). Between ‘ 0 ’ and ‘ 1 ’: safer sex and condom use among young gay men in Hong Kong. Culture, HealtH & Sexuality, 18(3), 294–307. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1080/13691058.2015.1080298.
Zerda, L. H., Rahmawati, Y. W., Djalilah, G. N., Subagyo, R. (2021). Hubungan Perilaku Seksual Berisiko dengan Kejadian HIV/AIDS pada Laki seks Laki.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






