EFEKTIVITAS INFANT CALMING MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR, REGULASI STRES DAN SELF-SOOTHING BEHAVIOR BAYI PASCA BENCANA
DOI:
https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v12i2.2394Kata Kunci:
infant calming massage, babies, disaster, sleep quality, sleep regulationAbstrak
Bayi termasuk kelompok rentan dalam situasi pascabencana karena perubahan lingkungan, kebisingan, gangguan rutinitas pengasuhan dan stress keluarga dapat mengganggu regulasi emosi serta pola tidur. Infant Calming Massage (ICM) berpotensi menjadi intervensi non farmakologis yang dapat dilakukan oleh ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan indikator tidur setelah penerapan ICM, mendeskripsikan kondisi regulasi stress dan self soothing behavior serta merancang model intervensi ICM yang dapat direkomendasikan sebagai layanan kesehatan anak pascabencana. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental one group pretest-post test yang melibatkan 32 orang bayi berusia 0-12 bulan di Desa Muara Batang Angkola. ICM dilakukan selama 15 menit, 3-5 kali per minggu selama 4 minggu. Data dianalisis secara deskriptif, pengujian reliabilitas, Shapiro-Wilk, Wilcoxon Signed Rank dan paired t-test juga dilakukan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICM menghsilkan durasi tidur malam meningkat dari 8,33 jam menjadi 9,89 jam dengan frekuensi terbangun menurun dari 3 kali menjadi 1 kali. Selanjutnya, latensi tidur menurun dari 24,71 menit menjadi 8,37 menit. Seluruh perubahan bermakna (p<0,001) dengan ukuran efek besar. ICM menunjukkan efektivitas dalam memperbaiki kualitas dan kontinuitas tidur bayi pascabencana. Model ICM yang dapat dilakukan adalah mencakup skrining, edukasi, pijat rutin, monitoring dan evaluasi sebagai intervensi pendukung di Posyandu dan Puskesmas
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






