DOI:
https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v12i2.2395Kata Kunci:
antenatal care, maternal health, intimate partner violence, mental health, domestic violenceAbstrak
Trauma dan kekerasan psikologis yang berkaitan dengan ketidaksetiaan pasangan dapat tidak terungkap dalam pelayanan antenatal rutin, terutama ketika wawancara langsung dipersepsikan tidak aman atau menimbulkan ketidaknyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja awal pengukuran model skrining digital adaptif dan tingkat deteksinya. Penelitian ini menggabungkan analisis deskriptif terhadap dataset skrining awal sebanyak 80 kasus dengan pembentukan data tingkat item dan data berpasangan pre-post yang murni berbasis simulasi komputasi. Model menilai kekerasan psikologis, trauma akibat ketidaksetiaan pasangan, kecemasan, depresi, dukungan sosial, kerentanan terkait bencana, dan tanda bahaya keselamatan. Perubahan kinerja deteksi hasil simulasi diuji menggunakan t-test, Wilcoxon signed-rank test, uji McNemar, dan Cohen’s dz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan psikologis kategori sedang-tinggi ditemukan sebanyak 55% kasus dan trauma kategori sedang-berat sebanyak 60% kasus. Seluruh 25 item simulasi memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Skor kinerja deteksi meningkat secara signifikan dari 54,62 menjadi 70,96 (p < 0,001; dz = 2,648). Jumlah kasus terdeteksi meningkat dari 38 menjadi 65 kasus (peningkatan sebesar 71,05%) yang disertai perubahan signifikan pada status deteksi data berpasangan. Model adaptif menunjukkan kelayakan metodologis untuk skrining antenatal yang menjaga privasi dan terstratifikasi berdasarkan risiko. Namun demikian, validasi lapangan terhadap asesmen klinis secara langsung tetap diperlukan sebelum implementasi penuh dalam pelayanan.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






