EDUKASI KESEHATAN KOMPLEMENTER PENANGANAN TRADISIONAL ANAK DEMAM DAN SEMBELIT DI DESA PAYA BENUA

Authors

  • Nur Ain Desta Sulasdi Sulasdi Institut Citra Internasional
  • Marleni Marleni Institut Citra Internasional
  • Sri Putriani Sinaga Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
  • Yohana Samosir Universitas Imelda Medan

DOI:

https://doi.org/10.52943/jisomba.v5i2.2251

Keywords:

Demam, Sembelit, Edukasi Kesehatan, Anak

Abstract

Demam dan sembelit merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan umum dijumpai di masyarakat pedesaan, yang kerap ditangani dengan cara tradisional tanpa didukung edukasi kesehatan yang memadai. Di Desa Paya Benua, keterbatasan akses informasi kesehatan berpotensi menyebabkan penanganan demam dan sembelit pada anak yang kurang tepat dan berisiko terhadap kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam edukasi kesehatan komplementer terkait penanganan tradisional demam dan sembelit pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di ruang pertemuan Kantor Desa Paya Benua dengan melibatkan 15 ibu beserta anaknya. Metodologi kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi penanganan tradisional yang aman, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penanganan demam yang tepat, penggunaan terapi tradisional secara aman seperti kompres hangat dan baluran bawang merah, serta pemanfaatan bahan alami tinggi serat untuk mengatasi sembelit pada anak. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap tanda bahaya yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan mendorong praktik penanganan tradisional yang lebih aman pada anak. Edukasi berkelanjutan berbasis masyarakat direkomendasikan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan anak di wilayah pedesaan.

References

Adawiyah. (2017). Uji aktivitas jus buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) sebagai pencahar pada mencit (Mus musculus). Jurnal Farmamedika, 8–12.

Artana I.W. (2022). Pengaruh baluran bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak usia toddler dengan demam. Jurnal Keperawatan Komunitas, 9(2), 95–102.

Budi. (2016). Frekuensi asupan makan sumber serat dan kejadian konstipasi pada lansia Advent dan non-Advent. Klabat Journal of Nursing, 1(2).

Claudina I. (2018). Hubungan frekuensi asupan serat makanan dan cairan dengan kejadian konstipasi fungsional pada remaja di SMA Kesatrian 1 Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 486–495.

Dwi, S. (2012). Tumbuhan obat dan pemanfaatannya sebagai bahan obat tradisional di Indonesia. EGC.

Febrianti, N. , & S. (2013). Literasi kesehatan ibu balita melalui program pengabdian masyarakat berbasis edukasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 3(2), 120–128.

Fitriani R, & Sulastri D. (2024). Perilaku ibu dalam penggunaan pengobatan tradisional pada anak balita. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(2), 110–118.

Handayani S, & Pramesti D. (2024). Penggunaan terapi tradisional dalam perawatan anak sakit di pedesaan Indonesia. Jurnal Kesehatan Primer, 9(1), 41–49.

Hartono, A. , & Wulandari, S. (2023). Penguatan peran keluarga dalam perawatan anak melalui pendekatan komunitas. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18, 145–152.

Hidayati, R. , & Nugraheni, A. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap praktik perawatan anak di rumah. Jurnal Kebidanan Indonesia, (2), 101–109.

IDAI. (2019). Sembelit (konstipasi) pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Ima Siti Logayah. (2023). Perbandingan baluran bawang merah dan kompres air hangat terhadap penurunan suhu tubuh anak demam. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 6(1), 40–48.

Kakino, S. (2014). Pharmacological effects of magnesium oxide as a laxative. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 4(2), 89–93.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman gizi seimbang. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman promosi dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Pendidikan, K. R. dan T. R. I. (2023). Panduan pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan masyarakat. Kemendikbudristek.

Kusumawati, E. , & Astuti, P. (2024). Pengabdian masyarakat berbasis edukasi kesehatan komplementer pada keluarga balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 4(1), 33–41.

Lestari, Y. , & Rahmawati, A. (2023). Edukasi kesehatan keluarga terhadap pencegahan sembelit pada anak usia prasekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18, 45–52.

Maulida, R. , & Saputri, D. (2024). Peran edukasi kesehatan keluarga dalam pencegahan masalah kesehatan anak. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 18(2), 55–63.

Nugroho, H. S. , & Widyastuti, E. (2024). Pemanfaatan terapi komplementer pada perawatan anak di masyarakat pedesaan. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 7, 21–29.

Nurma, A. (2020). Efektivitas kompres aksila terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 110–117.

Pratama, A. R. , & Dewi, R. K. (2023). Peran kader kesehatan dalam edukasi kesehatan ibu dan anak di desa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 29(4), 310–318.

Putri, M. A. , & Lestari, P. (2024). Implementasi terapi komplementer dalam perawatan anak demam di masyarakat. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(2), 77–85.

Rahman, F. , & Susanto, T. (2023). Model pemberdayaan keluarga dalam peningkatan kesehatan anak di wilayah pedesaan. Jurnal Keperawatan Soedirman, 18(2), 95–103.

Rahmat, D. , Ratih, D. L. , Nurhidayati, L. , & Bathini, M. A. (2016). Peningkatan aktivitas antimikroba ekstrak nanas (Ananas comosus (L.) Merr.). Jurnal Sains Dan Kesehatan.

Rizky, A. , Handayani, D. , & Putri, N. (2020). Aktivitas jus nanas (Ananas comosus L.) sebagai laksatif pada tikus putih jantan. Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(2), 45–52.

Sari, D. P. , & Handayani, S. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada balita. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26, 89–97.

Sari, M. , & Yuniarti, E. (2025). Pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan keluarga pada balita. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2, 1–9.

Setianingsih E. (2025). Kandungan fitokimia bawang merah dan pengaruhnya terhadap penurunan demam pada anak. Jurnal Farmasi Dan Kesehatan, 9(1), 12–20. https://sdi.babelprov.go.id/sektoral/elemen/detail/620F547713EF5

Shin, J. E. , Park, K. S. , & Nam, K. (2019). Chronic functional constipation. 73(2), 92–98. https://doi.org/10.4166/kjg.2019.73.2.92

Solikha, M. , & Munandar, A. (2019). Uji efek laksatif jus buah nanas (Ananas comosus L.) pada mencit putih jantan. Jurnal Farmasi Indonesia, 6(2), 89–96.

Sulastri, D. , & Wahyuni, S. (2024). Edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 19(1), 60–68.

Suryani, N. (2024). Pemanfaatan obat herbal sebagai alternatif penanganan konstipasi pada anak. Jurnal Kesehatan Holistik, 8(1), 55–3.

Suryani, N. , & Handoko, W. (2023). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap sikap ibu dalam perawatan anak sakit. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), 201–208.

Wardiyah A. (2016). Perbedaan efektivitas kompres hangat dan kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak demam. Jurnal Keperawatan, 12(2), 85–92.

Wijayanti, R. , & Lestari, E. (2023). Pengetahuan ibu tentang penanganan demam anak setelah edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 8(3), 156–163.

World Health Organization. (2017). Fever management in children. WHO.

Yuliana, R., & Astutik, P. (2024). Edukasi kesehatan komplementer terhadap peningkatan praktik perawatan anak di rumah. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 20(2), 88–96.

Yulianti, E. (2019). Efektivitas tindakan nonfarmakologis dalam penanganan demam pada anak. Jurnal Keperawatan Anak, 3(1), 25–32.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Sulasdi, N. A. D. S., Marleni, M., Sinaga, S. P. ., & Samosir, Y. . (2026). EDUKASI KESEHATAN KOMPLEMENTER PENANGANAN TRADISIONAL ANAK DEMAM DAN SEMBELIT DI DESA PAYA BENUA . Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA), 5(2), 123–135. https://doi.org/10.52943/jisomba.v5i2.2251