PEMBINAAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT DAN LATIHAN JALAN KAKI PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI DESA DESA KOLAM KECAMATAN PERCUT SEI TUAN

  • Ratna Dewi Universitas Imelda Medan
  • Sarmaida Siregar Universitas Imelda Medan
  • Rostinah Manurung Universitas Imelda Medan
  • Christina Magdalena T.Bolon Universitas Imelda Medan
Keywords: Penyakit Dan Latihan Jalan Kaki, Penderita PPOK

Abstract

Keterlambatan perkembangan merupakan masalah yang sering dijumpai di masyarakat, tetapi terkadang kurang mendapatkan penanganan yang tepat. Banyak orang tua yang menunda penanganan keterlambatan perkembangan mengakibatkan prognosis yang kurang baik. Kendala yang ditemui di lapangan adalah kurangnya pelaksanaan deteksi dini dan stimulasi perkembangan perkembangan anak dikarenakan ibu sibuk bekerja, sudah jarang atau tidak pernah datang ke posyandu sebab anak telah diberikan imunisasi wajib sehingga tidak perlu ke posyandu. Stimulasi/rangsangan perkembangan penting dilakukan oleh orang tua agar anak memiliki perkembangan yang sesuai dengan usianya. Metode yang digunakan deskriptif observasional dengan 34 partisipan yang tinggal di Desa Paku Kecamatan Galang. Pemilihan sampel berdasarkan purposive sample. Sedangkan pengambilan data melalui evaluasi instrument pertanyaan yang dilaksanakan dengan pre dan post tentang perkembangan anak serta daftar ceklist keterampilan. Tim pengabdian masyarakat memberikan materi perkembangan anak secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan. Dari hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan partisipan tentang pemantauan perkembangan anak yang semula nilai rata-rata 39,34 menjadi 78,42. Begitu juga dengan keterampilan partisipan dalam memantau perkembangan anak mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang semula nilai rata-rata 33,00 menjadi 76,64. Pengetahuan merupakan domain penting dan faktor awal seseorang untuk berperilaku. Pengetahuan membentuk keyakinan peserta sehingga dapat terampil melakukan pemantauan perkembangan anak.

References

Flowerenty, D. (2015). Pengaruh therapeutic exercise walking terhadap kualitas tidur klien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di polispesialis paru B rumah sakit Paru Kabupaten Jember. Universitas jember.
Global Initiative For Chronic Lung Disease/GOLD. (2017). Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. goldcopd.org.
Leung, R. W. M., Alison, J. A., McKeough, Z. J., & Peters, M. J. (2010). Ground walk training improves functional exercise capacity more than cycle trainingin people with chronic obstructive pulmonary disease (COPD): A randomised trial. Journal of Physiotherapy, 56(2), 105–112. https://doi.org/10.1016/S1836-9553(10)70040-0.
Matos-Garcia, B. C., Rocco, I. S., Maiorano, L. D., Peixoto, T. C. A., Moreira, R. S. L., Carvalho, A. C. C., Catai, A. M., Arena, R., Gomes, W. J., & Guizilini, S. (2017). A Home-Based Walking Program Improves RespiratoryEndurance in Patients With Acute Myocardial Infarction: A Randomized Controlled Trial. Canadian Journal of Cardiology, 33(6), 785–791. https://doi.org/10.1016/j.cjca.2016.12.004.
Persatuan Dokter Paru Indonesia/PDPI. (2016). Penyakit Paru Obstruktif Kronik: Diagnosis dan Penatalaksanaan. http://klikpdpi.com/konsensus/konsensus-ppok/ppok.pdf.
WHO. (2017). Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). http://www.who.int.
Published
2022-05-31
How to Cite
Dewi, R., Siregar, S., Manurung, R., & T.Bolon, C. M. (2022). PEMBINAAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT DAN LATIHAN JALAN KAKI PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI DESA DESA KOLAM KECAMATAN PERCUT SEI TUAN. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA), 1(2), 30-35. https://doi.org/10.52943/ji-somba.v1i2.706

Most read articles by the same author(s)